Blogger news


Tuesday, September 14, 2010

Suku Maya Jadi Inspirasi Bagi Anggota EPICA Dan Mantan AFTER FOREVER


Share
Kepintaran dan kekayaan cara berpikir suku Maya, bangsa/peradaban tua di daerah Meksiko dan Amerika Tengah terjadi menjadi isnpirasi nama bagi gitaris sekaligus penulis lagu-lagu band symphonic metal Belanda, EPICA untuk membentuk band baru dengan nama yang sama dengan suku cerdas tersebut, MAYAN. Meski masih disibukkan dengan serangkaian tur EPICA ke beberapa tempat di Eropa seperti Italia, Norwegia dan Austria sebagai rangkaian promo album terbaru “Design Your Universe” yang beredar hampir setahun lalu dengan lisensi Nuclear Blast Records, tapi Mark Jansen tetap memberi ruang penting untuk projek band terbarunya, MAYAN.
Tak tanggung-tanggung, saking seriusnya Mark tak ingin label yang akan merilis album pertama mereka adalah pemain baru dan itu pula sebabnya Nuclear Blast menjadi incaran yang ternyata menjadi gayung bersambut. Nuclear Blast akan merilis debut mereka pada Mei tahun depan dan pesta perilisan rencananya bakal digelar di Paradiso, Amsterdam.
Selain Mark Jansen yang juga diketahui sebagai vokalis asli band symphonic power metal senegara, AFTER FOREVER, Mark juga mengajak keyboardist asli AFTER FOREVER Jack Driessen dan gitaris band progressive metal SYMMETRY, Frank Schiphorst yang juga sama-sama berasal dari Belanda.
Mereka menyebut musik yang diusung MAYAN adalah pencampuran antara death metal, black metal, progressive metal yang dibungkus ke dalam arasemen symphonic orchestral seperti yang biasa diusung AFTER FOREVER dan EPICA selama ini.
Untuk melengkapi proses rekaman yang akan dimulai akhir tahun, MAYAN akan mengajak tiga personil lain untuk ikut terlibat yakni gitaris PESTILENCE dan OBSCURE Jeroen paul Thesseling sebagai bassist, gitaris EPICA Isaac Delahaye dan drummer EPICA Arien van Weesenbeek. Sascha Paeth yang juga memproduseri album EPICA akan diplot untuk menangani debut album band baru ini.

0 comments:

Post a Comment